Senin, 21 Juli 2014

Ya Rabb, Terima Kasih Kisah Indah dari-Mu kali ini

Daku benar-benar bingung bagaimana cara terbaik diriku mengutarakan setiap detik kebahagiaan ini. Daku mengenalnya tak begitu lama, tak selama daku mengenal dia atau dirinya. Hanya saja ia benar-benar mengubah setiap tatanan kisahku. Menambah warna pada rantaian warna pelangi di langit. Menambah satu bintang yang daku kagumi kala malam, kehangatan pada mentari yang beranjak pada fajar, dan anggun pada jingga yang kian menua kala senja. Jujur tak mampu mendeskripsikan betapa uniknya sosok sederhana kala ini. Bahkan daku tak mampu memberi sedikitpun alasan mengapa daku mulai (bahkan) mengaguminya.
                Perkenalan itu bermula pada sebuah jendela yang biasa daku kunjungi. Tepat sekali, seperti biasanya berawal dari sedikit ketertarikanku pada sebuah rangkaian aksara yang mulai merasuk dan memancing diriku untuk kembali menarikan jemari ini pada keyboard. Tentunya sekedar mengapresiasi atau kembali ikut menari dalam tulisannya. Ia sangat sederhana tak begitu tampan, namun tak bosan untuk daku pandang. Ia tak berlimpa harta tapi cukup untuk membuatku mewah akan imannya. Iapun tak cukup perhatian namun mampu menarik perhatianku.
                Menanti dan terus daku peluk penantian itu, penantian untuk bertemu ia yang tersembunyi di balik awan negeri seberang. Satu-satunya lelaki yang benar-benar mampu membuatku begitu kagum. Satu-satunya lelaki yang benar-benar mampu membuatku menjadi indah sebagai wanita. Dan daku paham ia satu-satunya lelaki yang mampu memberi kenyamanan meski jarak terhampar. Banyak tanyaku seberapa indah ia yang ada di negeri seberang sana. Betapa indahnya dan bahagianya saat daku berjumpa dengannya.
                Kala itu hari dimana yang begitu daku nantikan, kepulanganku untuk bertemu dan kembali memeluk tanah yang membesarkanku. Hari itu benar-benar indah, daku menjadi lebih dewasa dibanding kepulangan sebelumnya. Salah satunya daku mampu keluar dari ketiak dan pelukan ayah yang harus menuntunku menuju rumah. Atau lebih tepatnya ada seorang pangeran yang menungguku disana. Tentunya ia juga menantikan kedatanganku. Rasanya perjalanan itu terasa bermakana, bagaimana tidak daku harus menemui ia yang misterius dengan berbalut keindahan ketika daku pijakkan langkah di palembang.
                Pertemuan yang begitu berkesan, kejutan yang luar biasa. Indah, lebih indah  dari apa  yang daku bayangkan. Sejuk rasanya, lebih sejuk dari apa yang daku impikan. Bahagia rasanya, lebih bahagia dari apa yang pernah daku rasakan. Entah magnet apa yang ia bawa kala itu, dengan mudah dia menarik begitu kuat mata ini untuk terus  memandangnya dengan malu. Begitu mengikat untuk menarik kedua sudut bibir ini untuk terus tersenyum. Bahkan kini daku kehabisan kata-kata  untuk melukiskan kisah kita kala itu. Ahhhhhh.. yang daku tahu,, Ya Rabb Engkau begitu luar biasa menggariskan daku untuk bertemu dengannya kala itu.
                Malam ini kembali terulang pertemuan itu. Pada kesempatan yang berbeda dengan rasa yang sama. Masih begitu banyak tanya untukku apa yang mampu membuatku terpikat olehnya. Terpikat oleh semua yang ada dalam dirinya. Bahkan malam ini daku tak sedikit mampu melewatkan sedetikpun pandanganku darinya. Tubuhnya yang begitu tegap dengan wajahnya yang berhias iman terbalut sebuh kain yang daku beli dari kota rantau, sempurna.. tak sedikitpun malam ini senyumku berhenti untuk terus memandangnya. Hati ini rasanya ingin terus berteriak, ya Rabb apakah ia yang Engkau takdirkan untukku? Ya Rabb layakkah aku untuk tetap mengaguminya?
                Ya Rabb terimakasih telah hadirkan ia lelaki yang indah dalam takdirku. Hamba yakin ia akan tetap indah dengan imannya. Jika ia jodohku, biarkan kami tetap berada pada jalan-Mu. Cara yang Engkau ridhoi, jalan yang akan menjaga kami dalam rasa dan menghindari dari segala zinah. Rabb.. daku mengaguminya karenaMu, bukan karena indah wajahnya atau cintanya untukku, namun karena indah imannya kepada-Mu dan begitu besar cintanya untuk-Mu.. Rabb selalu yakinkan daku dan hati ini kepada ciptaanmu yang idah itu. Tak banyak harapku, dekatkan kami dalam jarak kelak Rabb, jadikan kami manusia yang mencintai sesama karena besar cinta kami padaMu. Pertemukan kami selalu dalam doa. Semoga ia insan yang selalu menyebut namaku dalam doanya. Amiinnn

*M. Syrf, terimakasih kisahnya, nice to meet you, semoga Allah Senantiasa mendekatkan kita J semoga berjodoh J

2 komentar: