Daku benar-benar bingung
bagaimana cara terbaik diriku mengutarakan setiap detik kebahagiaan ini. Daku mengenalnya
tak begitu lama, tak selama daku mengenal dia atau dirinya. Hanya saja ia
benar-benar mengubah setiap tatanan kisahku. Menambah warna pada rantaian warna
pelangi di langit. Menambah satu bintang yang daku kagumi kala malam,
kehangatan pada mentari yang beranjak pada fajar, dan anggun pada jingga yang
kian menua kala senja. Jujur tak mampu mendeskripsikan betapa uniknya sosok sederhana
kala ini. Bahkan daku tak mampu memberi sedikitpun alasan mengapa daku mulai
(bahkan) mengaguminya.
Perkenalan
itu bermula pada sebuah jendela yang biasa daku kunjungi. Tepat sekali, seperti
biasanya berawal dari sedikit ketertarikanku pada sebuah rangkaian aksara yang
mulai merasuk dan memancing diriku untuk kembali menarikan jemari ini pada
keyboard. Tentunya sekedar mengapresiasi atau kembali ikut menari dalam
tulisannya. Ia sangat sederhana tak begitu tampan, namun tak bosan untuk daku
pandang. Ia tak berlimpa harta tapi cukup untuk membuatku mewah akan imannya. Iapun
tak cukup perhatian namun mampu menarik perhatianku.
Menanti
dan terus daku peluk penantian itu, penantian untuk bertemu ia yang tersembunyi
di balik awan negeri seberang. Satu-satunya lelaki yang benar-benar mampu
membuatku begitu kagum. Satu-satunya lelaki yang benar-benar mampu membuatku
menjadi indah sebagai wanita. Dan daku paham ia satu-satunya lelaki yang mampu
memberi kenyamanan meski jarak terhampar. Banyak tanyaku seberapa indah ia yang
ada di negeri seberang sana. Betapa indahnya dan bahagianya saat daku berjumpa
dengannya.
Kala
itu hari dimana yang begitu daku nantikan, kepulanganku untuk bertemu dan
kembali memeluk tanah yang membesarkanku. Hari itu benar-benar indah, daku
menjadi lebih dewasa dibanding kepulangan sebelumnya. Salah satunya daku mampu
keluar dari ketiak dan pelukan ayah yang harus menuntunku menuju rumah. Atau lebih
tepatnya ada seorang pangeran yang menungguku disana. Tentunya ia juga
menantikan kedatanganku. Rasanya perjalanan itu terasa bermakana, bagaimana
tidak daku harus menemui ia yang misterius dengan berbalut keindahan ketika
daku pijakkan langkah di palembang.
Pertemuan
yang begitu berkesan, kejutan yang luar biasa. Indah, lebih indah dari apa yang daku bayangkan. Sejuk rasanya, lebih
sejuk dari apa yang daku impikan. Bahagia rasanya, lebih bahagia dari apa yang
pernah daku rasakan. Entah magnet apa yang ia bawa kala itu, dengan mudah dia
menarik begitu kuat mata ini untuk terus
memandangnya dengan malu. Begitu mengikat untuk menarik kedua sudut
bibir ini untuk terus tersenyum. Bahkan kini daku kehabisan kata-kata untuk melukiskan kisah kita kala itu. Ahhhhhh..
yang daku tahu,, Ya Rabb Engkau begitu luar biasa menggariskan daku untuk
bertemu dengannya kala itu.
Malam
ini kembali terulang pertemuan itu. Pada kesempatan yang berbeda dengan rasa
yang sama. Masih begitu banyak tanya untukku apa yang mampu membuatku terpikat
olehnya. Terpikat oleh semua yang ada dalam dirinya. Bahkan malam ini daku tak
sedikit mampu melewatkan sedetikpun pandanganku darinya. Tubuhnya yang begitu
tegap dengan wajahnya yang berhias iman terbalut sebuh kain yang daku beli dari
kota rantau, sempurna.. tak sedikitpun malam ini senyumku berhenti untuk terus
memandangnya. Hati ini rasanya ingin terus berteriak, ya Rabb apakah ia yang
Engkau takdirkan untukku? Ya Rabb layakkah aku untuk tetap mengaguminya?
Ya
Rabb terimakasih telah hadirkan ia lelaki yang indah dalam takdirku. Hamba yakin
ia akan tetap indah dengan imannya. Jika ia jodohku, biarkan kami tetap berada pada
jalan-Mu. Cara yang Engkau ridhoi, jalan yang akan menjaga kami dalam rasa dan
menghindari dari segala zinah. Rabb.. daku mengaguminya karenaMu, bukan karena
indah wajahnya atau cintanya untukku, namun karena indah imannya kepada-Mu dan
begitu besar cintanya untuk-Mu.. Rabb selalu yakinkan daku dan hati ini kepada
ciptaanmu yang idah itu. Tak banyak harapku, dekatkan kami dalam jarak kelak
Rabb, jadikan kami manusia yang mencintai sesama karena besar cinta kami
padaMu. Pertemukan kami selalu dalam doa. Semoga ia insan yang selalu menyebut
namaku dalam doanya. Amiinnn
*M. Syrf, terimakasih kisahnya,
nice to meet you, semoga Allah Senantiasa mendekatkan kita J semoga berjodoh J