Pak, engkau tau tidak siapa lelaki yang berdiri
begitu tegap dalam pandanganku?
Engkau tau tidak pak siapa lelaki tertampan setelah
para nabi?
Engkau tau pak siapa pahlawan yang dengan gagah
berjuang?
Pak, kamu tau tidak pak lelaki tersabar dan paling
perhatian yang sejak lama membuatku jatuh cinta?
Engkau tau pak siapa lelaki itu?
Itu kamu pak. Mari kita berkaca..
Lihatlah
begitu gagahnya engkau berdiri disampingku, tersenyum dan merendahakan badanmu
kala itu. Merapikan rambutku yang terurai setelah engkau mengikatnya menjadi
dua bagian. Tak lama engkau kayuh sepedah tuamu itu, dan engkaulah lelaki
pertama yang kupeluk erat pinggangnya. Sampailah dan sekali lagi tanganmulah,
tangan lelaki yang kukecup pertama kali.
Mari kita kembali berkaca lagi pak,
Lihatlah wajahmu yang tampan itu, engkau
yang setiap hari menjemputku sepulang sekolah bersama sekantong canda yang kau
suguhkan dalam hangatnya kebersamaan. tak lupa aku membalasnya dengan secangkir
manis ketulusan dariku dan kuharap akan melukiskan senyum serta melunturkan
lelahmu. indah sekali pak, tak pernah kita lewati setitik kisah kita tanpa
canda dan rasa sangang yang terus melekat dan menghangat.
Lihatlah,
begitu gagahnya engkau pak. Berjuang mengumpulkan rezeki dari Tuhan yang telah
ia sebar dan takdirkan untuk engkau kais. Jelas sebagiannya untukku. setiap
jengah rautmu menggambarkan betapa besar pengorbanan yang selalu kau sebuh
dengan ibadah itu. tergambar jelas, setiap garis keriput pada wajahmu menyimpan
harap besar "Semoga rezeki yang kudapat mampu menghadirkan berkah untuk
anak dan seluruh keluargaku". jelas sekali pak, engkau tak mengharapkan
pamrih dari setiap usahamu, hanya sebuah senyumku saja itu mampu menghapus
lelahmu.
Dan sekali
lagi lihatlah pak, hatimu begitu lembut, begitu anggun. Sekecil kesalahan telah
engkau sulap menjadi sebuah pelajaran. aku ingat sekali pak, kala kita duduk
berdua pelataran sebuah bangunan sederhana itu, kita berbicara mengenai
kerinduan yang akan bermain kalaku tak berada didekatmu. aku ingat pak sekali
lagi, sebuah kekuatan itu hadir menambah semangatku, semangat yang kini kian
membara bersama kerinduan. semangat yang semakin hangat dengan cerita dan cinta
kita. Meski kini hanya suara yang saling memeluk diantara kita, tapi kau tau
pak, tak sedikitpun rindu itu melunturkan cintaku. Justru kau tau, rindu itu
yang terus mengentalkan kehangatan kita, mengentalkan kebersamaan kita dalam
doa. Aku sayang kamu pak, lelaki terhebatku.
