Rabu, 12 November 2014

Pak...

Pak, engkau tau tidak siapa lelaki yang berdiri begitu tegap dalam pandanganku?
Engkau tau tidak pak siapa lelaki tertampan setelah para nabi?
Engkau tau pak siapa pahlawan yang dengan gagah berjuang?
Pak, kamu tau tidak pak lelaki tersabar dan paling perhatian yang sejak lama membuatku jatuh cinta?
Engkau tau pak siapa lelaki itu?
Itu kamu pak. Mari kita berkaca..
     Lihatlah begitu gagahnya engkau berdiri disampingku, tersenyum dan merendahakan badanmu kala itu. Merapikan rambutku yang terurai setelah engkau mengikatnya menjadi dua bagian. Tak lama engkau kayuh sepedah tuamu itu, dan engkaulah lelaki pertama yang kupeluk erat pinggangnya. Sampailah dan sekali lagi tanganmulah, tangan lelaki yang kukecup pertama kali.
Mari kita kembali berkaca lagi pak,
     Lihatlah wajahmu yang tampan itu, engkau yang setiap hari menjemputku sepulang sekolah bersama sekantong canda yang kau suguhkan dalam hangatnya kebersamaan. tak lupa aku membalasnya dengan secangkir manis ketulusan dariku dan kuharap akan melukiskan senyum serta melunturkan lelahmu. indah sekali pak, tak pernah kita lewati setitik kisah kita tanpa canda dan rasa sangang yang terus melekat dan menghangat.
     Lihatlah, begitu gagahnya engkau pak. Berjuang mengumpulkan rezeki dari Tuhan yang telah ia sebar dan takdirkan untuk engkau kais. Jelas sebagiannya untukku. setiap jengah rautmu menggambarkan betapa besar pengorbanan yang selalu kau sebuh dengan ibadah itu. tergambar jelas, setiap garis keriput pada wajahmu menyimpan harap besar "Semoga rezeki yang kudapat mampu menghadirkan berkah untuk anak dan seluruh keluargaku". jelas sekali pak, engkau tak mengharapkan pamrih dari setiap usahamu, hanya sebuah senyumku saja itu mampu menghapus lelahmu.
    Dan sekali lagi lihatlah pak, hatimu begitu lembut, begitu anggun. Sekecil kesalahan telah engkau sulap menjadi sebuah pelajaran. aku ingat sekali pak, kala kita duduk berdua pelataran sebuah bangunan sederhana itu, kita berbicara mengenai kerinduan yang akan bermain kalaku tak berada didekatmu. aku ingat pak sekali lagi, sebuah kekuatan itu hadir menambah semangatku, semangat yang kini kian membara bersama kerinduan. semangat yang semakin hangat dengan cerita dan cinta kita. Meski kini hanya suara yang saling memeluk diantara kita, tapi kau tau pak, tak sedikitpun rindu itu melunturkan cintaku. Justru kau tau, rindu itu yang terus mengentalkan kehangatan kita, mengentalkan kebersamaan kita dalam doa. Aku sayang kamu pak, lelaki terhebatku.