Selasa, 20 Januari 2015

yakinlah, esok rinduku menjadi rindu yang teristimewa

Hallo PALEMBANG
Malam ini kutitipkan kerinduanku yang begitu amat
Rindu yang paling dingin
Rindu yang paling hangat
Rindu yang paling mencekam
Rindu yang paling menyejukkan
Rindu yang paling menyedihkan
Rindu yang paling membahagiakan
Rindu yang kian memberat dan kemudian merintik esok hari
Bersama senyum dan pelukanmu tanah yang selalu kupuja
Tanah yang tak pernah memberikan pagi hari yang mewah seperti emas
Tanah yang tak pernah memberi dingin saat berdiri di puncak tertinggi
Tanah yang tak pernah memberi kokohnya karang terhempas deburan ombak
Tanah yang tak pernah memberi kasih sayang bersama tawa dan tingkah gila
Namun, engkaulah tanah yang selalu ramah dengan senyum dan sapa hangat
Tanah dimana sumber semangat kehidupanku bermuara
Tanah dimana intanku bersembunyi kala daku tak tampak dimata
Tanah dimana sebuah perjuangan orang-orang luar biasa dimulai
Ya, tanah yang selalu menyuguhkan sebaik doa dalam setiap jeda ibadahnya
Tanah yang penuh dengan kekayaan hati, ketulusan jiwa, dan keikhlasan penantian
Tanah yang selalu jauh lebih indah dibanding beribu tanah lainnya
Sampai bertemu esok 
berdekap dengan nyata, di tanah terhubung jembatan Ampera