Ada yang kusesalkan pagi ini, tentang tak adanya sarapan yang tersuguh dengan hangat di meja makan. Tentang tak ada sapa anggun dan peluk hangat yang mendekap. Tentang tak ada cinta yang menyatu pada setiap teguk susu dan tentang halusnya kecupan yang mendarat pada punggung tangan.
.
Ada yang masih aku sesalkan siang ini, tentang keringat bercucuran namun tak ada yang menghapusnya. Tentang terik yang mencekik tapi tak ada yang meneduhkannya. Dan tentang penantian lelah semilir angin yang tak kunjung menyejukkan.
.
Ada yang terus aku sesalkan sore ini, tentang matahari yang berjalan meninggalkan, tentang senja yang jingga namun menyisahkan gelap gulita, tentang anggunnya obrolan yang berisi cita-cita tentangmu dan tentangku
.
Ada yang sampai malam ini aku sesalkan, tentang gelap tanpa terangnya senyuman. Tentang istirahat tanpa nyamannya kebersamaan. Tentang aku dan engkau yang berada pada satu atap kerinduan. Dan tentang nyamuk-nyamuk yang berterbangan tanpa tahu kemana ia akan hinggap.
.
Selamat malam rindu, aku terus menyesali setiap bagian dari hariku. Namun, pagi ini aku terbangun dengan penyesalan yang baru. Aku terbangun bersama penyesalan bahwa aku menyesal tak pernah mensyukuri setiap kerinduan yang datang bersama hambar pagi, siang, sore, malam, hingga pagiku hadir.