Minggu, 29 Juni 2014

Menahan Diri di Ranah Rantau

     Aroma Ramadhan begitu kuat kini semakin tercium dan malam itu daku melangkah menuju sebuah bangunan berbalut suci. tak seperti biasanya begitu padat oleh hamba-hamba Allah. malam pertama Ramadhan, syukurlah.. Alhamdulillah masih diberi kesempatan indah terbalut suasana Ramadhan kembali. berbeda tentunya Ramadhan kali ini. Palembang dan Semarang tentunya memiliki latar belakang budaya yang berbeda. tentu saja pasti memiliki cara yang berbeda pula dalam pelaksanaannya. tak penting juga bagaimana caranya, yang pasti sangat berbeda sekali kali ini. tentunya tak seperti 18 tahun kebelakang yang selalu daku lalui bersama keluarga sederhanaku.
        Tantu saja berbeda, lantas bagaimana daku harus mengartikan perbedaan ini? sedihkah atau tetap harus daku syukuri. selalu daku ingat kata ibu hidup itu harus selalu di syukuri. cukup mampu kembali merasakan Ramadhan bukankah itu nikhmat yang luar biasa? Alhamdulillah sahur pertama tanpa dalam dekap keluarga tetap nikmat tentunya. banyak hal yang wajib kita syukuri kali ini. bukan sebatas dalam ranah rantau kita tak mampu memaknai Ramadhan dengan indah. justru ini jalan kita untuk tetap mengistimewakan Ramadhan dengan cara masing-masing. dan Ramadhan kali ini banyak hal yang wajib daku syukuri dari sebuah pengorbanan. semoga kelak mampu membawaku pada Suci. Aamiin. 
      "dimanapu tempatnya asal tetap berada nikhmat dan berkah Allah itu sudah sangat luar biasa. Terima kasih Ya Rabb semua kesempatan untuk terus menghembuskan napas hingga detik ini :)"
Susu pertama untuk Ramadhan tahun ini.. masih sama nikmatnya kok dengan yang ada dirumah :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar