Sabtu, 28 Maret 2015

hei, rinai bawa semua kenangan ini bersama air dan anginmu.

         Hei march, ini yang aku takutkan saat engkau hadir. Engkau hadir bersama rinai itu yang terus mengalunkan cerita antara aku dan dia. Cerita yang telah lama lenyap oleh tawaku. Cerita yang telah lama hilang oleh bahagianya. Cerita itu, yang tiba-tiba tak berbekas saat histori percakapan kitapun lenyap bersama senyummu. Bukan tanpa rindu aku diam disini. Bukan pula tanpa tangis aku mengenang setiap titik-titik kebahagian yang dulu kita gelembungkan bersama. Bukan tanpa harap aku menunggu engkau kembali untuk melambungkan kisah kita yang begitu sempurna, layaknya 5 tahun lalu.
Tepat 5 tahun lalu kita mulai menuliskan cerita kita berdua diatas sebuah kepolosan. Mengukir bersama senyuman pada setiap bingkai wajah kita. Memaknai setiap kebersamaan dalam jarak maupun dalam dekat. Menghargai setiap senyuman kala kerinduan hadir menghangatkan semua cerita. Sahabat, rekan, rival, dan cinta melekat pada sosok sederhanamu. Semuanya seketika sempurna, saat engkau hadir dan mewarnai hidupku.
Hujan, tepat sekali kehadiranmu kali ini. Tepat pada hari ini yang sejak dulu aku istimewakan. Begitu tepat bagiku dan segala ceritaku saat aku tanpamu. Baiklah, kali ini aku takkan menjadi pena yang permanen tulisannya. Kali ini aku akan menjadi kapur saat engkau tak lagi bersamaku. Berharap hujan akan terus datang dan menghapus setiap sudutnya hingga aku benar-benar lupa bahwa kita pernah bersama. Rinai, buat aku lupa tentang hari ini. 27 march 2015 for you “27 march 2010”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar