Malam ini tiba-tiba rinai yang kurindu hadir dan menari bersama lelahku. Tentunya bersama keluh kesahku yang kini bercampur warna baru. Warna yang engkau lukis sedikit memerah dari yang lainnya. Sedikit heran aku, mengapa sampai saat ini aku masih sulit mengartikan setiap getaran hatiku kala matamu dengan tak sengaja menatap tepat pada mataku yang langsung meresap ke hati. Akupun tak mengerti bagaimana menafsirkan segala ketenanganku kala engkau berada lebih dekat bahkan sangat dekat dari sebelumnya. Bahkan aku tak mengerti bagaimana caranya mengeja setiap huruf yang terbentuk dari setiap tatap perjumpaan kita.
Tak sebentar memang kita saling mengenal. Sejak aku memutuskan untuk lebih jauh dari ibu. Tampak sedikit lebih banyak kegilaan yang tergambar begitu saja dari wajah menjijikanmu. Tapi herannya aku begitu dimanjakan oleh setiap kegilaanmu itu. Dan malam ini tentunya diiringi oleh rinai yang dengan anggun turun dan menari bersama kehangatan sorot lampu yang mulai mendingi, kita berada dalam satu meja seperti biasanya. Tak bersebelahan seperti biasanya, namun berseberangan tak seperti biasanya. Engkau tampak tak seperti biasanya sih.. memang engkau tak pernah terlihat biasa bahkan cenderung tidak biasa seperti manusia biasa lainnya. Malam ini begetar begitu saja anganku melihat setiap tingkahmu. Engkau terlihat begitu... ah sulit dijelaskan. Pastinya Engkau berhasil membuatku tak berhenti memandangmu dengan hati malam ini.
Tenang kawan, aku akan tetap berada koridor yang benar untuk mengartikannya, hanya mungkin orientasi sesaatku telah tergila-gila oleh kegilaanmu. Aku tak ingin tau isi hatimu yang begitu sulit terbaca kini. Hanya saja aku telah nyaman dalam kegilaanmu. Tetap misterius simpan apapun rahasia hatimu ya.. biarkan kelak jika kuberuntung aku yang akan membuka jawaban dari tanyaku malam ini. Lantas siapa yang bersalah jika hatiku terlanjur tergila- gila dengan kegilaanmu? Salahkan saja waktu yang membuat kita semakin dekat dalam satu waktu..Terima kasih ... segala kisahnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar